Kamis, 28 Agustus 2008

Warsih vs Warso Bagian 08

BAG.08


Di sebuah warung nasi, orkes dangdut gerobak sedang beraksi . Para Tukijo sedang beristirahat di sini. Pemilik warung, Maria memperhatikan Tukijo. Di sebuah sudut, tampak seseorang sedang sibuk menulis SMS.
Di sebelahnya seorang pemuda berpakaian rapih sedang membaca koran.

SMS : Ha ha ha...

Warso : Apa sich yang bikin mas tertawa?

SMS :SMS ini…Aku baru saja kirim ke REG spasi TAWA. Dan coba kau baca..

Warso : Maaf mas, aku gak bisa baca. Bacakan saja…

SMS : Nih, denger, Lele, lele apa yang banyak uangnya?

Warso : Hah, mana ada?

SMS :Ya jelas ada! Nih, jawabannya; Lelepon Umum. Ha ha ha…Ayo tertawa! Makanya ketik REG spasi TAWA dan kirim ke 2007…Hidup kita bakalan lebih lama karena banyak tertawa..Ha ha ha..

Maria mendatangi Warso

Maria : Mas Warso…mau tambah minumannya? Atau nasi dan sekaligus lauknya? Gratis kok, tenang saja!

Warso : Tidak usah Mbak. Terima kasih.

Pemuda Necis berdiri

Necis : Mari Mbak...Saya ke kantor dulu. Takut terlambat...

SMS :Lae...sebentar. Boleh minta rokokmu sebatang saja?

Necis :Dari kemarin dan juga kemarin-kemarinnya juga selalu boleh. Nih!

Memberikan sebatang rokok dan segera pergi

Warso :Itu siapa sich Mbak? (Menunjuk Pemuda Necis)

Maria : Ndak tahu. Kayak pegawai kantor mana gitu...

Warso : Pasti jabatannya tinggi. Soalnya selalu berangkat kerja sesuka hati...

Maria : Ya gak tau. Kayak orang stress buatku. Mas Warso, aku boleh tanya sesuatu?

Warso : Tanya saja Mbak, lha wong gak bayar kok yang namanya bertanya itu.

Maria :Pacar…Apa Mas Warso sudah punya?

Warso : Kalau pacar saya gak punya…

Maria :O masih sendiri?

Warso : Saya sudah beristri

Maria :Lha terus, istrinya dimana?

Warso : Di desa

Maria :Memangnya Mas Warso di sini sudah berapa lama?

Warso : Sudah dua bulan kira-kira…

Maria : Kok bisa ya pisah dengan istri begitu lama…

Warso : Sebetulnya sih, saya rindu juga…

Maria : Rindu apa?Ayooo…rindu apa?

Warso : Mbak bisa saja…

Maria :Kalo butuh apa-apa bilang saja sama saya…

Warso : Tarima kasih Mbak…

Maria : Jangan panggil Mbak…Panggil Maria saja…

Warso : Maria? Memangnya Mbak itu orang mana? Kok namanya Maria?

Maria : Memang begitu kupunya nama. Nama panjangku Mariatun...

Warso : Ooo...

Tiba-tiba Mandor berteriak

Mandor : (Keras) Maria...aku minta kopi sekarang juga!

Maria : (Keras) iya...! Aku ke warung dulu ya...

Warso : Silakan Mbak...

Maria : Lho kok, lagi-lagi panggil Mbak...

Warso : Iya Maria...

Maria : Kamu itu ngganteng ya...Aku jadi suka...!

Mandor : Maariiaaa....!!

Maria berjalan menuju Mandor

Mandor : Ngobrol melulu. Aku minta kopi!

Maria : Lha kan ada Nancy...

Warso : Nancy, nancy...Namanya Juju kok bisa berubah jadi Nancy!

Maria : Kok kamu jadi marah-marah begitu. Cemburu?

Mandor : Enggak. Buat apa cemburu sama kuli kayak dia! Aku cuma tidak suka kamu dekat-dekat sama dia.

Maria : Ya sama saja! Memangnya kenapa? Aku tidak bisa kamu larang begitu saja! Memangnya hak kamu apa?

Mandor berjalan kesal ke arah Warso

Mandor : So, kemari! Aku ingin bicara

Warso : Ada apa Pak...

Mandor : Mulai hari ini aku tak mau kau dekat-dekat dengan Maria...

Warso : Memangnya kenapa Pak?

Mandor : Tak usah banyak tanya. Pokoknya itu perintah saya. Kau boleh terus berdekatan dengannya kalau kau sudah bosan bekerja!

Warso : Tapi saya tak punya hubungan apa-apa dengannya. Cuma mengobrol saja!

Mandor : Lakukan saja apa yang kuminta. Dan kau tetap boleh bekerja! Tetapi jika kau tidak kau ikuti kupunya kata, bereskan bajumu dan pergi saat ini juga!

Rabu, 27 Agustus 2008

Warsih vs Warso Bagian 07

BAG.07

Warsih di depan rumah, siap berjualan kue.

Warsih :Semoga daganganku hari ini laku. Tak seperti dua hari yang lalu, hanya untung 10 ribu. Begitu juga seminggu lalu. Kalau begini terus, bagaimana aku harus membayar hutang-hutangku. Waktu Mas Warso masih bekerja di sawah Pak Broto dulu, meski pas-pasan, tapi nyaman sekali perasaanku. Mungkin keadaanku tak seberat ini kalau Mas Warso ada di sisiku. Mas Warso, apa kamu tahu, aku sedang merindu. Selalu...


Warsih berjualan kue keliling kampung. Banyak pemuda langsung merubung, gandrung.

Warsih : Berjalan jauh tentulah penat

Apa boleh buat walaupun berat

Berjualan kue-kue nan lezat

Maka rejeki tentu ku dapat

Berjalan jauh tentulan penat

Untuk apa beristirahat

Keliling kampung cuma sesaat

Maka rejeki tentu ku dapat

Kue lezat kue yang nikmat

Siapa cepat dia yang dapat

Kue lezat kue yang nikmat

Rejeki ngumpul hilanglah penat

Koor : Kalau hanya membeli kue, itu soal biasa

Dapat senyum manismu, itu yang utama

Kalau perlu kue-kuemu kuborong semua

Asal dapatkan janji jalan bersama

Juragan Broto Tiba-Tiba Muncul

Broto :Berkhayal itu memang tak apa-apa

Tapi tak baik jika tidak berkaca

Siapakah orang terkaya di ini desa

Broto namanya, akulah orangnya

Koor para pemuda itu segera membungkuk hormat

Broto :Ada apa ini? Belum jam istirahat, kalian ada di sini? Bagaimana sawahku bisa berisi padi? Ayo semuanya kerja kembali!! Anggap saja seluruh kue dagangan Warsih sudah terbeli!


Semuanya Meninggalkan Broto dan Warsih tanpa berkata-kata

Broto : Warsih, seluruh kuemu itu aku yang beli. Ini uangnya tak usah pakai kembali. Soal mereka , kamu harus maklumi. Begitulah kaum lelaki. Tak boleh melihat wajah cantik berseri. Kau yang paling cantik di desa ini, itu memang aku akui. Tapi apa mereka tak tahu kalau kau sudah bersuami...

Warsih :Tapi saya tak pernah mengambil hati. Mereka hanya menggoda, itu saya maklumi. Toh mereka memang ingin membeli.

Broto : Tapi aku tak bisa berdiam diri. Apalagi kau itu istri Warso yang dulu bekerja mengurus sawahku juga di desa ini. Dan ia orang yang baik sekali. Sayang, ia tak ingin sekedar menjadi buruh tani.

Warsih : Ya, memang sayang sekali. Aku ditinggalkannya sendiri di sini. Tapi tujuannya ke Jakarta sungguh mulia sekali. Ia ingin menepati ia punya janji.

Broto : Janji? Janji semacam apa yang telah ia beri?

Warsih :Sebelum menikah, ia bilang begini:

Kalau kau mau menjadi istri

Sebuah kalung emas akan kubeli

Dan namamu akan tertulis di sebuah liontin berbentuk hati

Akan kuberi sebagai hadiah ulang tahunmu nanti

Begitulah ia telah berjanji.

Broto : Jadi hanya demi janji sederhana semacam itu ia pergi? Ke Jakarta yang aku tahu sekali tak punya hati. Masih untung kalau ia tak mati berdiri. Memangnya ia pikir di Jakarta itu mudah mencari rejeki. Kecuali ia punya keahlian yang tinggi. Itupun harus didukung keberuntungan yang juga tinggi. Tapi setahuku, suamimu itu tak pernah sekolah sama sekali. Jadi bagaimana ia bisa yakin sekali.

Warsih :Tapi saya berdoa untuknya setiap hari. Dan saya tahu, ia akan kembali untuk menepati janji. Sebuah kalung emas pertanda cinta di hati. Ia memang seorang lelaki sejati...

Broto :Lelaki sejati tak akan pernah meninggalkan seorang istri walaupun hanya sehari. Apalagi hanya perkara janji yang biasa saja bagi diriku ini. Sepuluh kalung emas semacam itu bisa kuberi. Apakah itu bisa berarti, dibandingkan dengan cinta kau punya suami, cintaku sepuluh kali lebih murni?

Warsih :Apa yang juragan Broto maksudkan tadi? Juragan telah merendahkan saya punya suami. Saya minta juragan tidak menghina sesuka hati.

Broto :Aku bukannya menghina kau punya suami. Aku hanya katakan kalau aku bisa saja memberi sepuluh kali lipat dari apa yang suamimu bisa beri. Dan satu hal yang pasti, jika aku jadi dirinya, aku tak akan meninggalkanmu barang sehari. Sayang, wanita secantik dirimu disia-siakan oleh lelaki ...

Warsih :Saya sungguh-sungguh tak mengerti, ke arah mana pembicaraan ini...

Broto :Kalau kau perlu sesuatu untuk kebutuhanmu sehari-hari, kau boleh katakan padaku dan pasti akan langsung kuberi. Juga,...pabila kau butuh....Apapun pasti akan kuberikan juga sepenuh hati...

Warsih : Maaf, saya tak pernah punya niat semacam itu di hati. Saya harus pergi. Permisi...

Warsih langsung bergegas pergi

Broto : Ha ha ha...Jinak-jinak merpati. Suatu hari, engkau pasti kan kumiliki...

Warsih vs Warso Bagian 06

BAG.06

Dari segala arah, masuk para pemain membawa berbagai perlengkapan kerja. Besi-besi barangkali. Mereka para buruh dan Warso ada dalam barisan orang-orang itu.

Ayo semua kuras tenaga

Lupakan lelah terus bekerja

Ingin memilih kami tak bisa

Terima saja nasib menimpa

Hidup di Istana menjadi Raja

Ingin segala tinggal meminta

Tak ada yang tak kami punya

Adalah angan sekejap saja


Satu dua tiga, ayo terus bekerja

Perut anak istri, itu urusan kita

Satu dua tiga, ayo terus bekerja

Berharap saja nasib berganti rupa

Senin, 25 Agustus 2008

Warsih vs Warso Bagian 05

BAG.05

Di sebuah tempat, Warso terbangun dari tidurnya

Warso : Sepertinya, Warsih benar. Kota ini memang seperti Srigala. Buas tak punya belas. Aku bukannya malas. Aku sudah berusaha keras. Keringat sudah mengucur deras. Tapi usahaku tetap saja tak berbalas. Membuat hatiku menjadi cemas. Moga-moga hari ini aku dapat pekerjaan dengan gaji yang pantas! Aku akan kumpulkan uangku dan menepati janjiku dengan membeli kalung emas. Setelah itu, baru hatiku puas...

Musik memecah panggung, pagi pun datang kembali. Orang-orang mulai beraktivitas mengejar segala. Warso terlempar-lempar. Terjatuh-mencoba bangkit tapi terjatuh lagi.

Cepat-cepat impian melesat-lesat

Cepat-cepat cahaya melesut pesat

Cepat-cepat bisa bisa kita terlambat

Cepat-cepat siapa lambat bisa sekarat

Cepat-cepat matahari kian menyengat

Cepat-cepat kulit kesat banjir keringat

Cepat-cepat beban beban semakin berat

Cepat-cepat dada sesak terikat ketat

Sebuah bunyi nan amat keras membuat mereka semakin bergerak cepat dan kacau seperti chaos, Warso terjatuh berguling-guling ke satu sudut, semua pemain keluar.

Warso : Keinginanku cuma satu, membahagiakan istriku. Tapi kota ini seperti menolakku. Ia tak ingin aku bahagia...Kata orang, hanya harapan yang bisa membuat orang bertahan. Dan hanya itu yang harus tetap kupunya. Harapan...

Seorang mandor tiba-tiba masuk panggung. Ia berteriak keras.

Mandor : Kerja...! Saatnya kita bekerja...!

Jumat, 22 Agustus 2008

Warsih vs Warso Bagian 04

BAG.04

Warsih muncul di panggung membawa sebuah tampah berisi kue-kue dagangannya. Ia nampak sedang merindu.

Warsih : Baru satu minggu, tapi sudah bertahun rasanya. Sebenarnya, untuk apa kamu melakukannya? Tanpa kalung emas itu, aku tetap bahagia. Walaupun itu janji di dada, kalau kau tetap di sisiku peduli apa. Aku ingat, engkau berjanji padaku pada suatu senja. Dan kuucapkan pula padamu janji yang sama...

Tak ada yang mampu pisahkan kita

Tak akan ada hari tanpa cinta

Tak akan ada hari tanpa bahagia

Tak akan ada tangis dan air mata

Ah, janji yang amat indah kukira. Dan janji itulah yang harus kita jaga...

Seorang pemain masuk panggung, Ia sahabat Warsih

Narti : Warsih…!

Warsih : Eh, Narti. Bikin kaget aja…

Narti :Ngomong sendiri tanpa kawan bicara, itu namanya:gila. Kenapa?

Warsih :Ah, tak apa-apa...

Narti : Ayolah, aku tahu sifatmu. Aku kan sahabatmu

Warsih : Aku...Aku...janji dulu, kau tak akan menggoda

Narti : Kenapa? Katakan saja.

Warsih : Aku... kangen...

Narti : Hualah...ini baru hari ke berapa? Baru satu minggu kukira...

Warsih : Kalau baru satu minggu lalu kenapa? Aku jujur apa adanya. Aku memang kangen padanya. Setiap malam datang menjelma, dan kalau sudah aku rebahkan ini kepala, selalu saja, hanya wajahnya yang membayang di pelupuk mata. Aku jadi teringat semuanya. Dan yang ada, aku jadi pusing kepala, dan nafasku jadi kayak bumi kereta... Wuss... Wusss...

Narti : Hi hi hi...Kalau mau kangen itu mbok ya sama orang yang lebih tertata...a

Warsih : Tertata bagaimana?

Narti : Yang lebih tertata wajahnya...Hi hi hi...

Warsih : Biar saja! Dia hitam dan jelek, itu memang fakta. Mau dibilang apa? Begitulah adanya Warso, suamiku tercinta. Tapi yang penting, hanya aku saja yang ia cinta dan aku yakin ia akan tetap setia. Karena itu, aku akan jaga cinta tulusnya. Kan kuberikan cintaku hanya untuknya seorang saja

Narti : Tapi apa kau percaya, dia ke Jakarta itu untuk cari kerja, bukan cari istri kedua?

Warsih : Hus! Jangan sembarangan kalau bicara! Sudah pasti begitu adanya, karena begitu ia bicara! Ia hanya ingin membuatku bahagia. Ia hanya ingin menepati janjinya.

Narti : Ya sudah, aku kan cuma bertanya.

Warsih : Ya boleh-boleh saja kamu bertanya. Tapi asal kamu tahu ya...

Ada sesuatu yang amat berharga

Yang mampu membuatmu bahagia

Apabila kau bisa menjaganya

Dan percayalah, itu tindakan mulia

Narti : Apa? Cinta?

Bertahun sudah ku coba percaya

Tetapi hatiku selalu dilukainya

Tak kan pernah ada lelaki setia

Itu hanya ada dalam buku cerita

Warsih : Jangan begitu, kau cuma belum bertemu dengan jodohmu

Narti : Aku sudah ndak percaya sama soal itu. Yang aku tahu, mereka para lelaki itu, ndak pernah punya madu. Mereka cuma punya empedu!

Warsih : Suatu hari, seorang lelaki baik akan menjadi teman hidupmu!

Narti : Tak perlu...aku sudah tak punya harapan semacam itu

Warsih : Tapi aku selalu berdoa untukmu. Untuk kebahagiaanmu. Semoga kau bertemu lelaki sebaik Warso suamiku.

Narti : Kadang-kadang, jujur saja, aku iri terhadapmu...

Warsih : Tak usah begitu. Kau tak boleh punya pikiran itu

Narti : Iya deh, sahabatku...Tapi aku boleh kan beli kue buatanmu...

Warsih : Tak usah beli. Ini hadiah dariku, agar kau tak sedih seperti itu...

Kue mana yang kamu mau?

Narti : Cucur... Itu kue kesukaanku

Warsih : Yang ini? Hi hi...kue ini sudah berganti nama, sekarang namanya adalah, kue kangmasku...

Narti : Alaahh...terserah kamu!

Mereka tertawa bersama

Kamis, 21 Agustus 2008

Warsih vs Warso Bagian 03

BAG.03

Musik menghentak, hiruk pikuk, Warsih terusir keluar panggung. Warso berada di Jakarta. Warso tenggelam dalam segala kegaduhan itu. Ia nampak kebingungan melihatnya.

Jakarta, kota penuh cahaya

Jakarta, kota yang penuh warna

Jakarta, kota segala asa

Jakarta, kota segala cita

Mimpi tersebar dimana-mana

Siapa yang tidak akan tergoda

Angan tersebar dimana-mana

Siapa yang tak akan terpesona

Tapi Jakarta kota yang penuh, penuh dengan tipu daya

Siapa bodoh pasti tentunya, tentu akan mudah terpedaya

Putarlah otak, bukalah mata, jangan lupa juga pasang telinga

Atau menyesal akan kau rasa, karena hidupmu jadi sia-sia

Warso :Nyari kerja dimana ya...

Rabu, 20 Agustus 2008

Warsih vs Warso Bagian 02

BAG.02

Warso tampak resah, gelisah. Warsih tak kalah resah

Warsih : Sudahlah mas, aku kan hanya bercanda..
Warso : Bercanda atau tidak, kau telah mengatakannya. Percayalah, aku tak pernah lupa..

Warsih : Iya, aku percaya. Kau memang bisa dipercaya. Itu sebabnya aku jatuh cinta

Warso : Dan aku terus mencoba menepatinya. Tak pernah tidak...
Warsih : Sudah, lupakan saja. Aku hanya bercanda...
Warso : Bagaimana bisa aku lupa.
Warsih : Buang saja pikiran itu dari kepala. Habis perkara!
Warso : Sebuah kalung emas bermutu
Dengan liontin bertuliskan namamu
Itu janjiku ketika dulu
Sebagai hadiah ulang tahunmu
Warsih : Itu memang janjimu ketika itu
Tapi bukan alasanku menikah denganmu
Cinta nan tulus pemuda lugu
Yang membuatku jatuh hati padamu
Warso : Tapi kau memang masih mengingatnya. Itu sebabnya engkau menanyakannya baru saja. Hari ini, di hari ulang tahunmu, pada tahun ketiga pernikahan kita.

Warsih : Tapi kan sudah ku kata, aku hanya ingin menggoda. Lagipula, kau toh selalu memberikanku tanda cinta. Tahun pertama, kau memberikan aku kebaya. Tahun kedua, kau membelikanku kain panjangnya. Dan sekarang, pada tahun ketiga, kau memberikan sebuah tusuk konde yang bagus tiada tara...
Warso : Tapi bukan kalung emas dengan liontin bertuliskan kau punya nama...
Warsih : Peduli apa. Aku toh tak akan mati tanpa-nya. Lagipula aku toh tadi hanya bercanda...

SESAAT HANYA KESUNYIAN YANG BICARA

Warso : Aku mau ke Jakarta...
Warsih : Apa?
Warso : Ke Jakarta!
Warsih :Buat apa?
Warso : Cari kerja. Demi memenuhi janjiku semata. Agar kau percaya aku betul-betul cinta. Agar kau percaya, bahwa soal janji itu aku tak pernah lupa.
Warsih : Mau kerja apa? Lha wong lulus SD saja kamu ndak! Jakarta itu buas bak srigala katanya. Aku ndak mau kamu malah lebih sengsara di sana. Tidak! Karena itu, kamu lebih baik tetap di sini saja! Aku tak mau kau tinggalkan aku begitu rupa. Pokoknya tak usah ke Jakarta. Aku tetap menjual kue, dan kamu tetap mengurus sawah saja.
Warso : Sawah siapa?
Warsih : Apa kamu lupa?
Warso : Jawab saja, sawah siapa?!
Warsih : Sawah Juragan Broto, orang terkaya di kampung kita!
Warso : Ya itu! Sawah orang punya, kok malah kamu yang bangga!
Warsih : Tapi kamu toh tetap dapat uang walau mengurus sawah orang.
Warso : Dengar, aku akan tetap ke Jakarta... Aku akan berusaha memenuhi janjiku itu dengan segala daya. Dengan segala upaya, agar kau berbahagia...
Warsih : Lupakan janji itu. Aku sudah sangat bahagia karena kita bisa selalu berdua. Saling mencinta. Saling percaya dan saling setia.
Warso : Besok aku berangkat ke Jakarta!
Warsih : Kamu kok keras kepala...
Warso : Aku akan kembali sebelum ulang tahunmu berikutnya. Kan kuberikan padamu kalung emas itu dengan penuh cinta...
Warsih : Mas...!
Warso : Akan kupenuhi janjiku. Aku janji...

Selasa, 19 Agustus 2008

DRAMA WARSIH vs WARSO

Hmm,,.kali ini penulis datang dengan memberikan segumpal cerita menarik yang sudah dipertunjukkan oleh Kelompok Siluet di Gedung Kesenian Jakarta, 20-21 Juli 2007.
Ada 22 bagian yang harus penulis ceritakan kepada pembaca sekalian.

Cuplikan drama ini mengingatkan penulis saat mengikuti diklat pra jabatan di LPMP-Jakarta Selatan 17-26 Juli 2008. Bersama kawan-kawan mementaskan drama ini walau hanya diperankan oleh beberapa orang a.l. Mas Wahda, Marwan, Mahfudz, Wahyu, Faridz dan Penulis sendiri. Sepertinya itu yang penulis ingat. Maklum waktu itu penulis baru berkenalan dengan kawan-kawan.
Ikuti kisahnya yukk…

DRAMA WARSIH vs WARSO
BAG.01

Layar terbuka, panggung disapu cahaya, berbagai sosok ada di sana, pertunjukkan ini dibuka

Tak ada malam tak ada siang
Tak ada bulan tak ada bintang
Tak ada kembang tak ada kumbang
Tak akan ada hati nan tenang

Tak ada suka tak ada duka
Tak ada tawa dan air mata
Tak ada segala hanyalah hampa
Tak akan ada asa di dada

Maka begitulah hidupmu tanpa cinta O
tanpa cinta
Maka begitulah hidupmu tanpa cinta O
tanpa cinta

Kamis, 14 Agustus 2008

-TAGS-

Hal-hal kecil dalam kehidupan kita seringkali terlewatkan begitu saja.
Padahal segala sesuatu yang Allah berikan kepada kita,
itulah bentuk kasih sayang-Nya yang harus senantiasa disyukuri dan diambil hikmahnya.

Curahan Hatiku

Alhamdulillah...
Ucapan syukur yang paling indah
Alhamdulillah...
Rasa cinta tersalur dalam kalimah ini
Alhamdulillah...
Segala puji syukur bagi Allah, Tuhanku
Alhamdulillah...
Aku bisa menghirup segarnya udara di dunia
Alhamdulillah...
Tuhan t'lah membuat diriku kaya akan hati
Alhamdulillah...
Hatiku t'lah menjadi bersih
Alhamdulillah...
Walau aku tak bisa menatap wajah Ibuku tiap hari
Alhamdulillah...
Engkau limpahkan rizqi kepadaku

SORGA

Tak pernah terlihat oleh pandangan mata siapapun
Tak pernah terdengarkan oleh telinga siapapun
Tak pernah terbayangkan oleh hati dan pikiran siapapun
Itulah sorga...

Rabu, 13 Agustus 2008

RASULULLAH

Dia adalah sosok yang penuh kemuliaan
Bukan hanya karena Dia orang yang baik
Namun, karena Dia adalah pengemban misi Risalah Illahi
Samudra ketakjuban dan cinta itu bernama Rasulullah
CURAHAN HATIKU

Hampa...
Hatiku kini hampa
Berlimpah dunia hanya sesaat
Tapi hatiku kosong
Dunia t'lah melarutkan aku
Dalam hingar bingar ini
Ku tak ingin jatuh
Ku tak ingin letih
Ku tak ingin hidup sendiri
Di sini aku sepi
Sendiri

Senin, 11 Agustus 2008

PINK ROSE,MY CHAMPION

Pink, My Rose
The one in my heart
Pink, My Rose
The sweetest love that I have
Pink, My Rose
The one in my dream
Pink, My Rose
The truly love that I found
Pink Rose
You are my champion
CURAHAN HATIKU

DINGIN
Kurasa lagi dingin yang sangat
Seperti teriris dagingku
Gemeretak geligiku
NGILU BELULANGKU
DINGIN, DINGIN, DINGIN,,,
KALAU AKU MAU, AKU AKAN TETAP DI SINI PAGI INI
DALAM DEKAPAN KAMARKU YANG HANGAT
TAPI NYATANYA AKU TAK MAU
AKU HARUS TAK MAU
AKU TETAP LAJU BERANGIN
MESKI DINGIN PAGI INI
SEMAKIN MELARAKAN HATI
MEMAKSA SEDIH
MERANCUKAN PIKIR
DAN KADANG MELURUHKAN TANGIS
AKU TETAP DAN HARUS BERTAHAN
UNTUK TETAP MENCARI JAWABAN
DARI MANA, ENTAH,,,
ATAS TANYAKU YANG PILU
TANYAKU YANG
ANEH,,,MENGAPA,,,
SEDIH DAN DINGIN,,,
CURAHAN HATIKU

Baru sekejap kutemukan cahaya yang memberiku kehidupan
Belum sempat kumenangkap cahaya itu
Namun, cahaya itu terlanjur sirna
Matahariku tlah padam
Ku tak kuasa menatapnya lagi
Tak perlu ada tangis dan sesal
Meski ku harus berjalan tanpa sinar itu
Ku yakin ku akan bertahan
Cukuplah matahari menjadi salah satu bingkai asmaraku
Karna ku yakin semua adalah yang terbaik
Untukku dan dirinya
CURAHAN HATIKU

Cinta yang sekian lama tlah terpendam
Kini lebur menjadi sebuah harapan semu
Ku akan belajar untuk melupakan bayanganmu untuk selamanya
Betapapun aku amat mencintai dirimu
Ku tak bisa berbuat apa-apa
Rasa cinta, rindu dan kecewa berbaur menjadi satu
Namun, satu hal yang ingin kutahu
Mengapa kau tinggalkan aku dalam kehampaan
Hingga kini ku tak mengerti
CURAHAN HATIKU

Antara cinta dan sayang itu hampir serupa
Antara rindu dan benci muncul bersamaan
Cinta dan rinduku tlah berubah menjadi rasa sayang tapi benci
Dahulu, rasa cinta ini putih semurni air
Kini, ku tlah kehilangan rasa cinta itu
Entah ku tak tahu
Mengapa dia bukan untukku
Kenangan antara aku dan dia biarlah menjadi sebuah cerita singkat
Kehadirannya yang sempat singgah dan menempati ruang di hatiku
Biarkan kenangan itu pergi bersama dengan bayangannya
Aku ingin melupakan dirinya untuk selamanya
Karna rasa ini tlah hancur berkeping2
Dan tlah menjadi beku sungguh
Hingga aku tak mau memandang cinta yang lain
Yang begitu tulus
Tuhan, bantulah aku tuk hilangkan rasa ini
Karna begitu sulit tuk lupakan dirinya
CURAHAN HATIKU

Cukuplah aku memilikimu di hatiku
Tak ada yang lain selain dirimu di hatiku
Aku merasa jenuh dengan tingkahmu
Karna cintaku bukan sekedar semu
Sementara kau merasa cukup dengan cintamu padaku
Kenyataan memang tak seindah yang kita bayangkan
Ku harus terima walaupun pahit terasa
Karna sebuah cinta sejati akan kutemukan suatu hari nanti
Dan akan membuatku tersenyum setiap pagi
Memudarkan jenuh dalam otakku
Meredakan amarahku
Menemaniku setiap saat
Ya Rabb…
Pertemukan aku dengan jantung hatiku
Yang kan menjadi bagian dari hidupku
Ya Rabb…
Maafkan aku bila kuinginkan kebahagiaan itu
Karna ku tak sanggup bertahan dalam senduku
CURAHAN HATIKU

Sendiri lagi…
Kutermenung lagi di sini
Rindu yang kian lama membeku
Tak bisa terhindarkan olehku
Kan kusimpan Dia di hatiku
Slalu di hatiku
Kuharap Kau lah cinta terakhirku
Yang kan kujaga slalu
Karna aku sungguh mencintai dirimu
Namun, cintaku tak harus miliki dirimu
Biarkan cinta itu bersemi di hatiku
Walaupun tak pernah terobati
Kuhanya minta sedikit celah untuk masuk ke dalam relung hatimu
Namun jikalau ruang itu tlah tertutup sebelum celah itu terbuka
Maka biarkan kusimpan bahagia ini
Menjadi sebuah romansa dalam hidupku
CURAHAN HATIKU

Kala hening menyapa dan dingin menerpa
Kualunkan sebuah doa
Agar aku dan dirinya bersama
Jika Dia bukan tercipta untukku
Biarkan tetap kusimpan
Kenangan2 itu
Tuk menjadi sebuah pelengkap dalam hidupku
Jika aku tidak bisa memiliki hatimu
Ijinkan aku tuk menyayangimu dengan sepenuh hatiku
Kuingin Kau mendengar isi hatiku
Yang tlah lama beku
Kuharap Kau lah seseorang yang kunanti itu
Penyejuk hatiku
Pengobat rinduku
Pengisi sukmaku
Namun,semua itu tinggallah sebuah harapan
Yang teramat berharga
Kuhanya bisa meminta harapan itu
Akan segera datang
Sebelum fajar berikutnya menyambutku
Dan menjemputku di malam yang pekat
CURAHAN HATIKU

Terus terang aku merasa sepi di sini
Aku ingin seseorang itu segera datang
Maka saat moment itu hadir
Aku akan menyambut kedatangannya dengan sepenuh jiwaku
Karna aku tulus mencintainya
CURAHAN HATIKU

Kukehilangan senyum darimu
Senyum yang begitu kurindukan
Tlah lama rasa ini terpendam
Bagaimana caranya agar Dia tahu
Jikalau rasa ini hanya untuknya
Keberuntungan itu kapankah berpihak padaku
Di sampingnya, kumerasa damai
Ku akan menjaga hatiku
Hanya untuk cintaku
CURAHAN HATIKU

Kumengerti kemana jalan yang kulalui
Kutahu tanpamu di sisiku
Hidupku terasa berat
Kutahu kau pun merasakan hal yang sama
Kau…
Tlah menempati hatiku untuk sekian lamanya
Kau…
Hadirkan apa yang kuinginkan selama ini
Mungkinkah kita akan bersama untuk selamanya
Hanya Dia yang Maha Mengetahui yang tahu
CURAHAN HATIKU

Ya Rabb…
Engkau yang mempertemukan kami
Engkau pula yang mengakhiri pertemuan kami
Ya Rabb…
Sanggupkah diri ini
Menjalani hidup tanpa Dia
Sanggupkah diri ini
Melewati hari2 tanpa sebuah senyum darinya
Ya Rabb…
Aku tak bisa hidup tanpa Dia
Aku ingin menggapai asaku bersamanya
Ya Rabb…
Aku tahu ini hanyalah sebuah ujian
Yang harus kujalani dengan sabar
Ya Rabb…
Apa yang harus kulakukan
Kutahu mungkin Engkau tengah mengujiku dengan kesabaran
Ujian yang berat sungguh
Tapi keyakinanku untuk bisa masuk
Menjadi salah satu bagian dari hidupnya sangat kuat
Karna itu ku akan tetap bersabar dan setia menantinya
CURAHAN HATIKU

Cintaku cukup sederhana
Jika kutanya mengapa kucinta Dia
Karna Dialah jawaban semua yang kubutuhkan
Dia adalah seorang Kekasih yang dapat menghibur hatiku bila kuluka
Kekasih yang membuatku mantap tuk jalani hidup yang penuh badai
Kekasih yang slalu bersabar hadapi tingkahKu
Kekasih yang menghadirkan sejuta keindahan menuju surga abadi
Kuingin Dia jadikan Aku perhiasan dalam hatinya
Yang kan membuat damai ketika Dia melihatku
Begitu juga dengan Aku
CURAHAN HATIKU

Udara yang membuatku bernafas hingga detik ini
Angin yang mewujudkan impian-impianku selama ini
Air yang menuntun perjalanan panjangku hingga kini
Kini, cintaNya yang mengisi kehampaanku
Cinta yang memberi senyuman
Cinta yang selalu membangkitkan smangat hidup
Cintanya yang tulus smakin membuatku yakin bahwa Dia-lah sosok yang selama ini kucari
Kuingin bahagiakan dia
Kan kujaga dia
Kan kubawa hatinya ke setiap desah nafasku
Kan kubawa dirinya ke setiap degup jantungku
Kan kubawa dia di setiap denyut nadiku
Kuingin dia jadi milikku
Namun, kupasrahkan semua padaMu Tuhan
Engkau Maha Mengetahui atas pinta seluruh makhlukMu
Kuhanya bisa berdoa jika Engkau menginginkan kami bersatu
Persatukanlah kami dalam sebuah ikatan suci
Atas izin dan petunjukMu Ya Rabb
CURAHAN HATIKU

Dari sebuah hati, cinta itu tumbuh
Crita cinta pun dimulai
Cinta yang mentautkan dua hati yang tlah lama mencari
Tuhan pun ikut campur dengan Tangan-Nya
Trimakasih Tuhan, Engkau kabulkan doa-doaku selama ini
Kau berikan seorang Adam yang mengisi kekosongan relung hati seorang Hawa
Syukur kupanjatkan padaMu Ya Rabb atas segala cinta dan kasihMu
Kini, setelah lelah kumenanti, akhirnya kutemukan cinta itu
Aku jatuh hati dengan seorang pria yang kelak kuingin dia yang jadi pendamping hidupku
Menjadi pemimpin dalam tiap langkahku
Mencintai apa adanya diriku
Tuhan, Ku tahu bahwa tak ada satupun yang kekal selain Engkau
Tapi, teguhkanlah cinta kami dalam mahligai suci yang utuh untuk selamanya
Amiin….
To My Beloved, Mommy
Wish You know How I miss You right now
For so long time, we’ve been separated by the distance
Yet, You always stay in my heart
Mommy, when the day we meet again at the best moment
I would say How I Love You Mommy
Mommy, You’re my soul
Mommy, You’re my spirit
Mommy, You’re everything
Mommy, I Love You for ever
Mommy, Don’t leave me alone
Mommy, You’re the greatest figure I ever had
Mommy, I Miss You
The sky looks like a darken sight while it’s running to be very cloudy
I see your arms hold mine while whispering purely words
Till we wake up and stand up near on the bench
My Beloved, hope you accompany me for ever
Beside you, I may see my soul
My Love, You pour a cup of truth on every path patiently
My Beloved, never leave me alone
My Love, hold me softly
My Beloved, bring me in your mind
My Love, keep our love
Till the edge of loving
CURAHAN HATIKU

Kala rindu mecekam dan dingin menerkam
Ku ingin ungkapkan rasa cintaku padamu
Namun, ketika moment itu hadir
Tak kuasa aku pun terdiam
Kuingin katakan jikalau selama ini
Aku adalah pengagum rahasiamu
Ku ingin Engkau mendengar suara hatiku
Tanpamu aku kehilangan smangat hidup
Tanpamu aku pun layu
Kasih, ku ingin Kau jadi milikku untuk seumur hidupku
Angin, sampaikan rinduku padanya
Berikan sedikit hembusan itu padanya
Kasih, ku ingin Kau tercipta untukku
Ku tak kan berhenti mencintaimu
Sampai Kau mengerti dan pahami
Semua yang kuberikan hanyalah untukmu
Kasih, jangan pernah tinggalkan diriku sendiri
Karna Kaulah yang terbaik untukku
CURAHAN HATIKU

Dalam lelah ku berharap adanya suatu jawaban yang pasti darimu
Walau berat, ku kan tetap bertahan
Karna kulakukan semua ini demi cintaku
Diamnya dirimu smakin membuatku ragu akan kedalaman cintamu padaku
Haruskah ku bertahan dalam kehampaan
Hanya tuk menanti kepastian darimu
Kuingin Engkau jujur padaku
Kuingin Engkau tahu
Betapa kumencintai dirimu dengan sepenuh hatiku
Ku berharap kamulah pilihan terakhirku
Yang kan membuat hidupku bahagia
Kasih, salahkah diri ini bila kumencintaimu
Maafkan bila ku tetap mencintaimu
Karna kuterlanjur jatuh hati padamu
Kasih, sekali lagi maafkan aku
Ku tak bisa lupakan dirimu
Ku akan setia menunggu jawaban yang pasti darimu
Karna ku yakin
Ku kan temukan bahagia darimu
CURAHAN HATIKU

Kerinduan yang selama ini terpendam
Membuat hatiku bungkam seribu bahasa
Kuikuti caramu mencintaiku
Kasih, ku tak tahu
Sampai kapan kabut ini akan menyelimuti hari-hariku
Kasih, dengarlah isi hatiku yang selama ini terpendam
Kumencintaimu lebih dari apapun
Cintaku bukan sekedar cinta biasa yang mudah tuk sirna
Cintaku suci dan hanya dirimu yang kucintai
Cobalah tuk mengerti diriku Kasih
Betapa kucinta padamu
CURAHAN HATIKU

Hasrat cintaku kini tlah sirna
Tapi, ku masih tetap ragu tuk lupakan dirimu kasih
Kan kupadamkan rasa cinta ini
Hingga Tuhan membukakan pintu hatimu
Karna ku tak kuasa menjangkau dirimu kasih
Andai Kau mau memahamiku
Walau hanya sedikit saja
Kutepiskan semua rasa benci
Kuwujudkan mimpi kita bersama untuk cinta kita
Cinta yang kudamba saat kali pertama kutatap wajahmu
Cinta yang kan membuat hidupmu bermakna untuk selamanya
CURAHAN HATIKU

Kumasih termenung sendiri di malam yang sunyi
Ditemani Sang Rembulan yang tengah berjaga
Berjuta bintang membuat suasana smakin menghangat
Seandainya Engkau hadir bersamaku tuk hilangkan kesepian ini
Ku kan bahagia
Karna ku mencintai apa adanya dirimu
Karna Kaulah yang terindah bagiku
CURAHAN HATIKU

Aku bukanlah wanita yang sempurna untukmu
Aku juga tidak meminta sebuah kesempurnaan darimu
Aku mencintaimu dengan tulus
Aku mau menerima segala kekurangan dan kelemahanmu
Ku hanya inginkan
Kau juga mencintaiku seperti kumencintai dirimu
Dimanapun cinta itu tumbuh
Ku kan tetap mencintaimu dan membawamu ke duniaku
Walau pahit getir kan senatiasa menghadang
Kan kuperjuangkan cintaku
Kasih …
Jangan pernah Kau hapus rasa cintamu
Biarkan dia tumbuh dan hidup
Bersemi di hatimu
CURAHAN HATIKU

Tlah kutinggalkan masa laluku bersamamu
Tlah kuabaikan kehadiranmu
Karna kini tlah kutemukan sebuah cinta yang tulus
Cinta yang muncul dari dasar jiwa
Cinta yang selama ini kucari
Trimakasih Tuhan
Kini, tlah Engkau kirimkan kepadaku seseorang yang tulus mencintaiku
Kan kujaga dia dengan segenap jiwa ragaku
Ketulusan dan keteguhan hatinya membuatku smakin mencintainya
Dan
Membuat hatiku mantap tuk memilihnya sebagai tambatan hatiku
Dialah satu-satunya yang setia mendampingiku di setiap waktu
Dialah pujaan hati yang teramat berarti bagiku
Tuhan, jagalah hubunganku ini
Persatukanlah kami dalam sebuah ikatan yang suci
Yang akan membawa sebuah kedamaian dan ketenteraman hati
CURAHAN HATIKU

Dalam lelah ku berharap
Adanya suatu jawaban yang pasti darimu
Walau berat ku kan tetap bertahan
Karna kulakukan semua ini demi cintaku
Diamnya dirimu membuatku smakin ragu akan kedalaman cintamu padaku
PINK ROSE, MY CHAMPION
My name is Rose. I have gone pain through endlessly. The part of my body relies on as serious transplanted kidney. So long, I wait an extended hand from someone. It’s such a happiness you have complete organs. Not like me who have to take medicine when I need. If it were happening because of God by Redo’s hand, my breath would be stopped. Dew kiss that wets on my check and eyelid has made me to recall by pastime with him. I couldn’t forget Reno, my special boyfriend since my life was covered by dark ages at the time of happening. Naturally, I were like a branch of spruce-fir which was falling down if it would be touched by sunlight. I insist by my self in the weakness to go out to investigate what kind of disease I injure. What a pity I’m when I hear Dr. Firdaus’s statement. He said that I should do transplanted kidney as soon as possible. Because one of those has not given it’s function into the body. Hopeless comes frighten me back. Then, I run powerful quickly like I want to omit my condolences that happened to me. ‘Til I get my body is lying back in the same hospital where my place in. “Where am I?” I ask to my surroundings. Redo answered: “You’re in the hospital, Rose. But, don’t be afraid because you will get better soo”. While my Dad always held on my hand, I was lying on. Although my head was so dizzy, I tried to open my eyes. Dad, Redo, and …were here. Beside me. Once a while, Reno never visited me. I miss him but I hate him. May he had been knowing that I had a transplanted kidney operation. I didn’t know where he has gone. In my dream, he was always there. “Reno, where’re you?” ‘Til my Dad couldn’t receive the situation. “Why it should be like that” I ask being for my self. Periodically, I reflect to my self remembering about my past time. When we were both affection, it run into the blood. There’re my friends that remind me not to fall in love with him. They also said that he was the greatest playboy. But, I ignore them. Yesterday once more. Even, I dare to refuse Redo after he says that he loves me. Just only to satisfy Reno’s passion Reno’s passion. Now, I regret all thing I did in the past with him.
I frequently imagine the beautiful ones with him, giving affection, hand in hand, go for a walk together. He was so passionate. He often swore but he never fulfilled. I never thought he was making love with me only to satisfy him. The thing that I would never forget was his softness. He could make me fly like a butterfly in the fantasy with the sweetest words. I have considered only me could conguer his heart. We were often dating in the romantic place. Four months I did my love story with Reno patiently. After addicted thinking about him, I always lost as long as we were loving.
I have stressed by my funeral ages a long time. Shine the dark silhouette. In fact, Reno made love with Bertha, too. She was my best friend that I have ever had. I supposed she would be my faithful friend in joy and sorrow. We were kept our friendship since we were child. But, I’ve made mistake. She was not my best friend again. I saw with my naked eyes, Reno kissed Bertha anytime he would. In front of me, she would be happy if she heard my love story with Reno. Behind me, she was killing me unwillingly. “I hate this,” I said.
Someday, I haven’t had a spirit in my life. I decided suicide was the best choice I could do that time. I wish I could die. Nevertheless my love story was finishing here. Nothing I could hope from him. Then, I took a sharp knife with my hand on the table to fast my death. I dislike by the words and hypocritical he has been showing by the manners. “ Lucky, I am. God is still lovin’ me” My Dad helped and then brought me repeatedly. The same blood group both us belonged “0”. He was contributing his blood while I virtually needed it. I owe to him. “ You’re very kind of me, Redo! But I apologise if I can’t gratitude on your hand.” Though I always tried and tried to achieve his love but the only one, Reno filled in my heart. Because he was my first love. “ Did you know Redo, the day more nice the beautiful when I went for a walk with Reno.” It could make me feel happy and find a joy ful. But after our love were died because of my own friend, Bertha. I didn’t have a hope again. In addition dr. Firdaus’s statement that supposed me to do a transplanted kidney soon. Firstly, in my opinion, Reno has gone far from me because of my disease. Possibly, he was afraid of my body which was weak and mightn’t give him a child if I got married with. Incidentally, I haven’t understood yet. So long, I waste time unwisely only to Reno. But, I didn’t know where he was. Nothing my memories in his soul.
Love is showing protection from hazardious, closing fault, sharing together to solve the problem, isn’t it? Why it should be happened after I gave all of my body and soul to him. It’s clear that Reno just wanted my scent and body. I hate him but I can’t forget him and still love him. To Reno, even I ignore Redo softly, never give attention. Choosing Reno than Redo was made me blind. If I chose Redo, possibility I wouldn’t regret along my life. He had a pure love, the true love just for me.
From the moment I desperated. There was no one who contributed a kidney that appropriated mine. Redo offered it to be transplanted into mine sincerely. I liked him so much but couldn’t love him The day was unconscious way. Redo has surrendered his kidney. Virtually he has been knowing that I couldn’t love him whenever my feet walked away.
* * *
The day when I opened my eyes widely nothing could be guessed. I couldn’t feel transplanted kidney operation has been finished. I only know a piece of paper written by Redo and a bunch of Pink Rose, my favourite one.
There was a poem, namely “ PINK ROSE, MY CHAMPION ”. His words were still in my mind ‘till the edge of loving. I hesitate, “ Is it love poem or separation one between me and him?”. It contents:

PINK ROSE,MY CHAMPION

Pink, My Rose
The one in my heart
Pink, My Rose
The sweetest love that I have
Pink, My Rose
The one in my dream
Pink, My Rose
The truly love that I found
Pink Rose
You are my champion
Love from

( Redo )
CURAHAN HATIKU

Kasih, diamnya dirimu membuat langkahku smakin pasti
Tuk membiarkan dirimu sendiri dalam keabadianmu
Akan kuakhiri semua cerita cintaku
Kan kucoba tuk jalani hidup tanpa dirimu
Kan kuhapus bayanganmu dalam benakku
Kan kuterima semua kenyataan ini walau hatiku terluka
Kan kucoba tuk lupakan dirimu walau duniaku makin kelabu
Kasih, kuingin menghapus semua jejakmu
Kan kuabadikan Engkau dalam bingkai puitisku
Kasih, sampai kapan Engkau akan bertahan dalam kehampaan
Kasih, sampai kapan Engkau akan bungkam
Kuingin Engkau bicara padaku saat ini pula
Dan membuat duniaku penuh warna-warni cinta
CURAHAN HATIKU

Amat sulit diriku tuk melupakan bayanganmu Kasih
Maafkan aku terlalu sayang padamu
Maafkan aku yang terlanjur mencintaimu
Aku akan berusaha tidak memikirkanmu
Kasih, sekali lagi maafkan diriku
Mungkin keputusan yang kuambil adalah paling tepat
Untukmu dan juga untukku
Kasih, jangan pedulikan aku lagi
Kasih, berikanlah aku kesempatan untuk melupakan kehadiranmu sejenak
Selamat tinggal untukmu selamanya
Kasih, Aku mencintaimu
CURAHAN HATIKU

Kucoba tuk lupakan bayanganmu Kasih
Namun tak kuasa diri ini tuk melepasmu pergi
Maka ijinkan diriku tuk belajar sedikit demi sedikit tuk lupakan dirimu
Cintaku tak harus miliki dirimu
Aku mencintaimu lebih dari apapun
Aku tulus mencintaimu Kasih
Mengertikah Engkau saat ini batinku amat tersiksa
Perih, namun kutahan sekuat-kuatku
Ku tak tau sampai kapan diriku bertahan dengan diamnya dirimu Kasih
Hanya waktu yang menjawabku
CURAHAN HATIKU

Saat kumencari dirimu
Bayanganmu tlah sirna
Kucoba tuk melupakan kenangan manis itu
Kenangan yang masih terkenang hingga waktupun berlalu
Aku ingin selalu di dekatmu Kasih
Mencintaimu dengan setulus hatiku
Kasih, ijinkan ku tetap mengagumimu dan mencintaimu dengan sepenuh jiwaku
Karna ku terlalu sayang padamu
Maka jangan tinggalkan diriku sendiri di sini
CURAHAN HATIKU

Rasa cintaku padamu kini tlah berkurang
Entah mengapa aku pun tak tahu
Apakah cintaku itu hanya sebatas cinta biasa
Yang teramat mudah tuk sirna
Namun, cinta ini akan kusimpan
Tuk selamanya karena dengan dirimu
Kutemukan bahagia
CURAHAN HATIKU

Ketika sepinya malam menghantuiku
Dan dingin yang semakin menerobos celah-celah relung hatiku yang kian membeku
Tapi ku tetap bertahan untuk sendiri dalam
Keabadianku hingga suatu ketika nanti
Aku melepaskan jantung hatiku
Hanya untuk seseorang yang kutunggu
Dialah cinta sejatiku
Yang selama ini kucari
Aku tidak akan pernah lelah menunggumu, Kasihku
CURAHAN HATIKU

Sendiri,
Kini ku sendiri
Dengan kesendirian, aku menikmati hidup ini
Aku dengan diriku selalu menyatu kemanapun aku pergi
Tuhan…mantapkan hatiku kepada-Mu
Agar aku berusaha tuk slalu dekat dengan-Mu
Sungguh, aku tak kuasa bertahan tanpa Iradah-Mu
Jangan jauhkan aku dari kasih-Mu Tuhan
Kirimkan untukku seseorang yang mencintaiku dengan tulus
Jika cintaku pada dia tak harus memilikinya
Hilangkan getaran yang terselubung ini Tuhan
Amat besar cintaku pada dia
Tapi Tuhanku menginginkan kami tidak bersatu
Tapi Tuhan akan memberikanku yang terbaik
Suatu hari nanti
Karena aku yakin
Tuhan selalu memberikan yang terbaik kepadaku

BONEKA BARBIE TERSENYUM PADAKU

Setiap kali aku melihat boneka Barbie yang kutaruh di pojok atas almariku, kenangan kakakku yang telah meninggal setahun yang lalu tiba-tiba muncul berkelebatan satu per satu. Kenangan pahit dan manis ada di sana. Di sebuah rumah besar berlantai dua, jerih payah Papaku. Meski nyawa kakakku telah hilang, tapi aku selalu merasa dia ada di dekatku, memeluk dan menemaniku setiap hari, setiap menit bahkan setiap detik. Aku yang dulu belum bisa merasakan kasih sayang dan belaian lembut dari seorang Mama, kini dapat kurasakan. Apalagi jika bulan Ramadhan tiba, aku semakin teringat oleh wajahnya yang selalu taat beribadah, tidak sepertiku. Aku selalu mengulur-ulur waktu kalau harus beribadah. Lebih-lebih untuk sholat Tarawih 23 rakaat. Aku pura-pura menutup mataku dengan selimut tebalku yang baru dibelikan mamaku. Senyumnya yang lebar dengan cerianya menyambut Idul Fitri. Sama-sama meminta maaf pada eyang, mama-papa, om-tante. Dan silaturahmi ke rumah-rumah tetangga. Aku selalu ingat di kantongku selalu penuh dengan permen lolly kesukaanku jika hari raya. Sampai-sampai mama memarahiku dan mengambilnya dariku.”Tiara, apa yang kamu sembunyikan?”Permen lolly khan! Ayo kembalikan ke pemiliknya, cepat!” Aku pun langsung mengembalikan ke tempatnya semula.

Akupun ingat, kakak selalu antar jemput aku dengan motornya kalau aku les nari plus nyanyi. Berkat dia, aku sekarang jadi pinter nyanyi karena diam-diam kucuri catatan lagu milik kakakku. Sekali-sekali aku belajar nyanyi dari situ. Dan akhirnya jadi kebiasaan dan lama-kelamaan berkembang. Kakak juga menjadi salah seorang anggota “cheerleader” di sekolahnya. Jadi, aku ikut-ikutan gerakannya setiap kali melihat kakak latihan di rumah mama sama teman-temannya.

Sementara Mama sekarang lagi sibuk ngurusin adik Dede or Didi yang umurnya baru 2 tahun. Maklum masih kecil. Dahulu, aku selalu ngiri sama kakakku soalnya selalu dia yang diajak mama pergi ke mall. Mama bilang aku masih kecil, ngrepotin aja. “Kamu gak usah ikut nanti Mama belikan boneka kesukaan kamu”. Meski begitu aku tetap tidak bisa menahan air mataku. Kecewa banget rasanya. “Aku benci sama kakak!” kesalku dalam hati.

* * *
Waktu itu ada orang yang lagi jualan ice-cream. Akupun bergegas keluar untuk membeli ice-cream meski aku tahu sebenarnya mamaku melarangnya. Sebelnya lagi, sebenarnya mama tidak tahu kalau aku beli ice-cream, tapi gara-gara mulut Kak Tia yang comel, mamaku jadi tahu dech. “ Ma, Tiara makan ice-cream!” teriaknya. Mamapun mengambilnya dari tanganku. Sebenarnya aku masih pengen banget mencicipinya. Kulihat di belakang, Kak Tia merayu mama dengan jurus barunya untuk mencoba ngedapetin itu ice-cream. “Mama yang cantik, buat Tia aja yach! Khan udah ge-dhe” Mamapun langsung ngasihin tanpa alas an. Sebel nggak kalau digituin?

Belum lagi masalah sama Rekha, musuh besarku di sekolah. Pagi itu, aku berangkat dari rumah menuju ke sekolah, diantarkan sama Papaku. Hari itu ada PR dari guru matematika Latihan 1 dan 2. Tau gak sich apa yang terjadi sewaktu kubuka tasku untuk mengambil buku PR Mat. Bu Indri menyuruh muridnya untuk mengumpulkannya. “Anak-anak, sekarang kalian kumpulkan ya buku PR-nya!” Setelah kubuka dan kucari-cari ternyata bukuku tidak ada. “Tiara, mana buku kamu? Kok hanya kamu yang belum mengumpulkannya?” Bu Indri mengira aku belum mengerjakannya, padahal sudah. Akhirnya akupun dihukum berdiri di pojok kelas, dekat papan tulis. Wajah Rekha bersama teman-temannya seakan-akan menertawakan aku. Kucoba untuk menyelidiki sebenarnya apa yang terjadi. Saat istirahat aku mengikuti Rekha keluar pintu kelas menuju ke kamar mandi secara sembunyi-sembunyi. Kudengar dari belakang Rekha bilang sama temen-temennya, “ Kasihan banget yah si Tiara harus dihukum sama Bu Indri gara-gara belum ngerjain PR”. Ha..ha..ha..Eh, mumpung gak ada orang yang melihat, kita robek bukunya trus kita buang ke toilet aja, gimana?” OK!! Sahut salah satu temannya dengan girang. Akupun segera menghampirinya. “ Tunggu, ternyata kalian yang mencuri buku PR-ku?” Aku sudah mengira sebelumnya. Akan kulaporkan semua ini pada Bu Indri supaya kalian dapat hukuman yang setimpal. Tapi, Rekha malah mendorongku hingga jatuh tersungkur dan mengancamku kalau sampai melaporkan kejadian ini semua pada Bu Indri, dia bakalan memusuhiku. Akupun jadi takut dan dengan langkah terpaksa, akupun keluar dari toilet tanpa membawa hasil apapun.

Sebenarnya hal ini ingin kuutarakan pada mamaku tapi kelihatannya mama capek sekali. Mungkin karena harus bekerja di luar rumah. Jadi, capek sepulangnya. Kulihat mama sedah tidur. Pulas lagi. “ Gimana ya?” Aku mondar-mandir kesana-kemari hingga aku menabrak kakakku dan menumpahkan minumannya ke baju kesayangannya. Tentu saja kakak marah besar. “ Ngapain sich kamu mondar-mandir kayak gitu? Kayak hantu kesasar saja.: Kukira kakak bakal memarahiku, ternyata tidak seperti yang kuduga. Kuutarakan semua padanya hingga dia berkata: “ Ya udah, gimana kalau kakak ancam dia, besok! Kamu tenang aja, kakak khan lebih gedhe”.

* * *

Berkat pertolongan kakakku, mereka sekalipun tidak pernah berani menggangguku. Masalah satu selesai, eh timbul masalah yang lain. Sewaktu pulang sekolah, Om Roberto sama Om Irawan, temen-temen sekantor papaku ngajak pergi ke mall. Katanya sich bakal dibeliin boneka lucu. “Hallo Tiara, mau ikut Om gak ke mall? Kebetulan Om juga mau kesana, “ kata Om Irawan. Mereka bilang papa gak bisa jemput karena ada meeting. Mula-mula aku tidak mau, tapi karena mau dibelikan boneka lucu, jadi tertarik dech!.

“Yuk, kita berangkat”Bunyi starteran mobil Om Roberto masih kudengar dan kuingat sampai saat ini. Di tengah perjalanan aku merasa jalan yang sedang kulalui tidak menuju ke tempat tujuan, yaitu ke mall. “ Stop…stop…Om, ini khan bukan jalan menuju ke mall? Kita mau kemana sich, Om?” Karena mereka takut ketahuan papa, mobil yang kutumpangi ditambah kecepatannya. “ Diam, kamu.” Aku teriak sekeras-kerasnya supaya ada orang yang menolongku. Ketika boneka barbie-ku di sampingku, aku minta tolong padanya, “ Boneka barbie-ku yang kusayang, selamatkan aku dari malapetaka ini?” Tiba-tiba mobil yang kutumpangi berhenti. “ Sstt…, sialan kenapa bisa begini!” ungkap Om Roberto. Peri itu datang menolongku dan membisikkan kata-kata. “ Cepat kamu lari, lari…! “ Siapa kamu? Aku sangat terkejut melihat peri itu. “ Aku peri yang selamanya akan menjagamu,” jawabnya. Tanpa ragu lagi aku turun dari mobil dan lari sekencang-kencangnya tanpa memperdulikan siapapun. Aku menyebutnya “ Peri Penolong” . Karena terlalu lelah, jadinya aku pingsan. Selama 15 hari aku hidup dan dibesarkan oleh seorang nenek tua, namanya nenek “Salma”.

Sewaktu aku pergi main di jalanan yang kumuh, ada suara mobil yang sedang berhenti. Ternyata itu adalah mobil mamaku, mama Cinta. Ia sangat keheranan karena melihat aku. Mama langsung memanggilku, “ Tiara, itukah kamu Nak! Kamu pergi ke mana saja, maafkan mama Nak kalau selama ini mama kurang memperhatikan kamu,” sambil menangis.

Mama membujukku pulang ke rumah kami. Semula aku tidak mau karena aku takut kejadian itu akan terulang lagi. Tapi setelah mama mengabarkan berita duka bahwa ia baru saja pulang dari pemakaman Kak Tia, air mataku jadi bercucuran. Sebab itulah aku mau pulang ke rumah lagi. Aku menceritakan semua padanya tentang penculikan yang dilakukan Om Roberto dan Om Irawan, musuh besar papa. Mama memberitahuku bahwa Kak Tia meninggal karena terkena penyakit paru-paru basah. Dokter menyatakan tidak bisa menolongnya. Sayang usianya masih 15 tahun. Aku menghibur mama yang selalu menangis di sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Mungkin ini sudah jadi jalan terbaik buat Kak Tia. Sewaktu aku turun dari mobil, peri itu muncul dan mengucapkan “Selamat Datang, Tiara.”Dan selamanya peri itu tidak pernah muncul lagi. Aku jadi berpikir apakah halnya mungkin peri penolong yang muncul lewat perantara Barbie ku itu adalah Kak Tia. Tiba-tiba ada angin berhembus kencang yang tanpa sengaja membuka buku diary Kak Tia. Di dalamnya ada kertas bertuliskan “Selamat Ultah ya, Dik!!” Hari ini kebetulan hari ultahku, tanggal 8 Juni. Genap sudah usiaku yang ketujuh. Sekarang kami sekelurga tinggal empat bersaudara dan kembali hidup bahagia meski tanpa Kak Tia. Tapi kebaikan Kak Tia akan selalu kuingat setiap kali boneka Barbie itu tersenyum padaku tiap hari ultahku sampai saat ini. (Untuk kakakku tercinta_Tyera).

Minggu, 10 Agustus 2008

CLEOPATRA

Hidup memang terkadang menyenangkan tapi tidak semua orang merasakan hal yang sama. Terkadang terlalu banyak hal-hal yang terjadi di luar kehendak manusia. Pedih, nanar dan sunyi yang selama ini membuatku sadar betapa besar anugerah Tuhan yang mengalir dalam darahku. Fatamorgana kehidupan senantiasa membayangi perjalanan panjang hidupku. Saat ini diriku enggan hidup di bawah naungan kesunyian. Namun, ada satu hal yang pasti menjadi kebanggaan besar buatku manakala cinta itu mengakar dari sebuah tali yang begitu erat. Cinta yang banyak mengajarkan pada diriku tentang apa hakikat hidup. Cinta itu adalah sebuah persahabatan .

Persahabatan mengajarkan banyak hal yang bermakna dalam hidup. Tetapi, adakah persahabatan sejati yang bisa membuat kita lebih hidup???. Kian lama sudah diriku mencarinya tapi hingga detik ini belum kutemukan. Sepanjang malam telah kupanjatkan doa pada Sang Pencipta Yang Maha Agung. Namun, belum kutemukan jawabnya.

Seringkali diriku terlelap dalam heningnya malam yang dingin. Dengan berbalut angin yang berhembus kencang, jari-jemari mungil ini merayap secara perlahan-lahan. Ada sesuatu yang mengusik diriku di malam itu. Kesendirian yang tiada henti membuatku takut untuk memandang mentari yang bertengger di pagi hari. Tiap peristiwa yang menimpa diriku sangatlah bermakna. Makna yang menuntun di setiap gerak langkahku. Aku dengan diriku selalu bersama seolah-olah menjadi teman saat aku sendiri menjalani hidup. Kadangkala diri ini merasa bosan di kala terbesit berbagai problematika. Hidup memang tiada pernah lepas dari problema. Semua berjalan seperti apa yang dikehendaki-Nya. Tidak ada satupun yang bisa meraba dengan nalarnya sekalipun apa yang akan mengejutkannya esok hari. Tidak pula mereka bisa menolaknya. Manusia hanya bisa pasrah pada takdir. Nasiblah sebenarnya yang membawa kehidupan manusia ke arah yang lebih baik.

Dari awal aku punya impian yang mungkin tidak asing apabila orang lain tahu akan impian itu. Setiap aku menggerakkan jari-jemari kecil, seakan-akan enggan berhenti begitu saja. Suatu hal yang pasti aku menyenangi dunia jurnalis sejak aku dilahirkan. Bunda tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada kami. Semua diberi kebebasan untuk melakukan apa saja yang kami suka. Namun, tetap ada batasan-batasan yang abstrak yang tertanam dalam ingatan kami.

Dunia telah mengantarkan diriku hidup bersama orang-orang tercinta. Meskipun tetap saja kesunyian yang menjadi kidung malamku. Namun, aku cukup merasa bahagia berada di tengah kehidupan mereka. Kelembutan kasih yang senantiasa membelaiku hanya kudapatkan dari bunda tersayang yang kini masih mendukungku. Kasih sayang yang tak terbatas tak akan bisa didapatkan dari siapapun selain dari orang yang paling dekat dengan kita.

Setiap kuterbangun dari lelapnya malam yang dingin nan sunyi dengan terbalut selimut warna merah jambu yang tebal, sepasang mata yang sepertinya enggan untuk kubuka, amatlah berat untuk menyapa mentari pagi. Sarapan pagi dan teh hangat manis yang setia menemaniku sejak dulu kini tak kudapati lagi. Sekarang, mereka telah pergi meninggalkan diriku sendiri . Hari-hari telah kulalui tanpa kehadiran orang-orang yang kusayang. Namun, aku harus bertahan dengan hidup yang sudah kupilih. Engkau akan merasakan hal yang serupa dengan diriku manakala engkau berada dalam posisiku yang sekarang. Amat berat rasanya bagi seorang perempuan menanggung beban hidup yang sekarang tengah kualami. Semua yang tengah kuperjuangkan akan kudedikasikan hanya untuk seorang tercinta yang tiada pernah letih mencurahkan segala kasih sayangnya dengan kelembutan kasih yang murni. Semua yang telah tercurah kepadaku begitu besar bagaikan mutiara di tengah lautan. Walaupun kadangkala telihat gurat-gurat kepedihan di sepanjang hidupnya. Namun, ia berusaha tegar setegar karang di tengah lautan. Sudah terlalu banyak terpaan badai dan pasang surut gelombang yang menghadangnya. Ia mencoba menahan pedih yang ia alami. Namun, semua itu amat kentara di mataku. Kemurnian dan kesucian jiwanya yang senantiasa menggenggam erat dan menggandeng kedua tangan kami dan merangkul kami dengan ketegarannya membuat hatiku tersentuh. Kesempurnaan telah coba Engkau berikan kepada kami. Bunda, aku akan selalu mengingat dirimu selalu dan selamanya ku ingin berada di sisimu. Tidak akan ada seorangpun yang sempurna selain Tuhan yang bisa melebihi dirimu.

Kini, kedewasaanku telah membangkitkan jiwa dan semangat hidupku. Parit-parit yang telah kulalui kini telah berangsur hilang satu per satu. Kini, jarum jam berputar dengan cepatnya dan mendorongku melakukan dan memberikan yang terbaik untuk semua yang kusayang. Pahit getir hidup yang selama ini menghantam kehidupanku telah membukakan pintu ketegaran agar diriku bertahan menjalani hidup.
Sudah saatnya kedewasaan melekat dalam kepribadianku. Biarpun dahulu kerapkali diriku manja dan terlalu sering mengeluarkan air mata tangis kerna diri ini tak kuasa menahannya. Hingga air mata itu mengering dan ku tak mau lagi menjalani hidup ini dengan tangis. Aku menginginkan secercah kebahagiaan yang membuatku tersenyum selalu dan untuk selamanya. Adakah seseorang yang kuimpikan itu???Sosok yang selama ini kucari sepanjang hidupku. Aku yakin Tuhan akan mencurahkan kepadaku kebahagiaan yang sungguh. Dan kini, aku tengah menunggunya. Entah sampai kapan diriku akan bertemu dengan dirinya. Seseorang yang kini kucari dan tak akan pernah letih kuberharap.

*****

Pagi yang cerah, seakan mengulurkan sentuhan sinar mentari yang hangat dan dengan suka hati menyapa keberadaanku di tengah dinginnya hembusan udara pagi. “Cleo, sayang…..!!!it’s time for you to wake up, don’t be lazy hunny.”my Moms says. Yeach, maybe sudah menjadi my bad habit untuk meninggalkan pulau kapukku yang empuk. Kala ku mulai bosan dengan segala penat dan segala aktifitas duniawi, aku mencoba mencari kesibukan di luar. Perjalanan yang panjang telah mengukir banyak cerita hidup dan semua itu akan menjadi sebuah kenangan. Kenangan yang cukup terasa pahit untuk dilupakan. Tapi, sungguh dengan semua kenangan pedih itu aku bisa berdiri seperti saat ini.

Saat ku mulai mengawali hari-hariku, ku coba untuk melupakan sapaan hangat yang selalu kudapat setiap kali ku terbangun dari lelapku. Mulai saat ini, Cleo telah menggantikan sapaan hangat untukku. Cleo yang sekarang bukanlah diriku yang selalu mengeluh atas segala sesuatu yang telah menimpanya. Seiring dengan bergulirnya waktu, aku membiasakan diri lebih open minded dan mengubur sifat introvert yang selama ini melekat dalam pribadiku. Kini, uluran tangan mesra telah kuperoleh dari sobat-sobat baru. Pernah terbesit dalam anganku untuk menjadi bagian dari kehidupan mereka. Akan tetapi, takdir megatakan hal yang bertentangan dengan hati nurani kecilku. Namun, hatiku tetap teguh menapaki lika-liku hidup yang penuh dengan polemik. Aku meyakinkan pada diriku sendiri bahwa segala kesulitan yang menghadang di depanku saat ini dan untuk nanti pasti aku bisa melewatinya dengan pertolongan dari Allah.

Di malam yang dingin itu, diriku terasa membeku dan seluruh belulangku menjadi kaku layaknya batu yang semakin mengeras. Sesaat ku tertidur lelap untuk mengurangi sedikit peluh kesal yang sedang ku alami. Terdengar dering sms yang memantul dari handphone kesayanganku. Di tengah malam yang sunyi itu diriku pun terbangun hendak mengulurkan tanganku untuk menggenggam hp ku dan rasa penasaranku kini semakin memuncak manakala ada seorang yang tak dikenal namanya ingin masuk dalam kesunyian jiwaku. Entah mengapa aku mendapatkan sesuatu yang berbeda manakala kudapat sms khusus dari seorang yang tak dikenal namanya itu.

Dear, Cleo……!Ku tahu dirimu merasakan kebekuan yang sungguh, ijinkan diriku hadir tuk mencairkan semangatmu yang beku dan pancaran matamu yang semakin redup……”inilah kali pertama sms-nya masuk dalam inbox hp ku.

Belum sempat kupikirkan jawaban apa yang pantas kuberikan padanya, tetapi…

“Mungkin aku hanyalah seorang yang bodoh yang memberanikan diri untuk masuk dalam relung hatimu. Kuharap masih ada sebingkai asa yang masih bisa kudapati dalam dirimu.” sms itu terburu masuk ke dalam inbox hp ku.

Terlintas anganku pada seseorang yang dulu sempat hadir dan mengisi ruang di hatiku. Ketika aku masih kecil, pernah ku punya seorang sobat yang amat memperhatikanku. Telah lama aku mengenalnya. Tetapi, mataku telah tertutup kerna terlalu sering dininabobokan oleh keinginan semu. Amat sangat besar kesalahan yang telah kulakukan. Penyesalan yang kini hadir dalam pikirku.

Semua yang menimpaku selalu kupasrahkan sepenuhnya pada waktu. Seandainya waktu bisa kuputar kembali. Apatah dayaku kini, setelah ku menyadari bahwa seseorang itu telah pergi meninggalkan diriku sendiri dan tak akan pernah hadir kembali mengisi hari-hariku, sekarang baru ku menyadari kehadiran seseorang itu teramat berharga. Semua lembaran yang menjadi kisah dan menjadi serpihan dalam hidupku bukanlah suatu hal yang mudah untuk ditinggalkan tak ubahnya semudah membalikkan telapak tangan.

Ketidakberdayaanku atas apa yang telah terjadi semakin menguatkan diriku dalam menapaki hidup. Tak terasa waktu telah berjalan dengan cepatnya hingga menggetarkan hatiku dan mendorong tanganku untuk menuangkan sentuhan kecil melalui goresan-goresan tinta yang kini merasuki cerita panjang hidupku yang dahulu terasa sunyi dan penuh liku.

Saat ini aku ingin menggerakkan penaku sendiri tanpa ada seorangpun yang memancing diriku untuk mengobrol selang petang yang sunyi ini. Angan-angan yang selama ini terpendam sudah saatnya untuk kucurahkan dalam intuisiku. Selang beberapa saat kemudian, sobat kecilku yang kerap kusapa dia Cinta menelponku.

Morning my best friend, Cleo...,how’re you today?”celotehnya.

Very well , thank you Cinta !,what’re you doing now? “ sahutku.

“Aku butuh bantuan kamu,Cleo.It’s very important…., please !!! will you !

“Nap???what’s your problem , my lovely Cinta ?“tanyaku.

“Ntar kucritain ke kamu dech abis mata kuliahnya Mr..Johnson, Okey!“

“Okey, Cinta…” jawabku singkat.

Keesokan harinya aku berjumpa dengan Cinta. Setelah diriku merasakan penat dan letih yang begitu beratnya karna terlalu pusing kepalaku dijejali topik kuliahnya Mr. Johnson. Beliau selalu menerapkan asas kedisiplinan dalam setiap mata kuliah yang dipegangnya. Yah, sudah terlalu banyak mahasiswa lain yang berkomentar jikalau Mr. Johnson itu seorang dosen yang amat killer. Serupa dengan mahasiswa yang lain, aku juga sudah bosan tiap hari bertemu dengan beliau. Kalau menurutku sich, bahasan kuliah yang terlalu rumit harusnya dibuat jadi lebih sederhana. So, semua otak bisa cepat menyerapnya tanpa harus memahaminya dalam waktu yang relatif lebih lama.

“Ku lagi dapet problem berat ma Ariel nich…!Beneran banget nich ku suebel banget ma doi.“celetuknya sambil menggerutu.

“ Mank napa lagi ma Ariel ……??? Doi jalan lagi ma gebetan barunya ? “terkaku.

“Bukan Cleo ku sayang.Kali ini the big problem bagiku,swear dech!”jelasnya.

“Tau gak, semalem aku BeTe banget ndengerin omelan nyokapku“ akunya lagi dengan nada penuh jengkel.

Setelah Cinta kehabisan kata-kata, kita sepakat akan mencari jalan keluar yang terbaik tidak hanya buat kelangsungan jalinan kasih antara Cinta dan Ariel, tetapi juga untuk meredam keinginan kedua orang tua Cinta untuk mempertimbangkan kembali keinginan mereka melangsungkan pertunangan Cinta dengan anak lelaki teman kecil bokapnya, Farel.

Setelah lama aku menguak masalah pelik yang kini sedang menimpa sobatku yang imut dan humoris ini, ku coba memberi segelintir pesan dengan harapan Cinta dan Ariel bisa tetap bersatu. Kian lama sudah diriku ini mengenal watak Cinta dan Ariel. Cinta yang terlihat dari luar selalu memunculkan senyum keceriaan pada orang-orang di sampingnya. Sebut saja, aku. Aku slalu merasakan ada sepancar kharisma yang berbeda dan smakin lama aku mengenalnya smakin kentara jiwa energetiknya. Kupikir dalam benakku, Cinta ibarat sebutir mutiara yang berkilauan di tengah derasnya gelombang laut.

*****

Suatu hari aku berpapasan dengan Ariel. Dari pengamatanku semenjak Cinta bertunangan dengan Farel, Ariel yang sudah sekian lama menjalin kasih dengan Cinta berubah secara drastis. Ironisnya, Ariel sama sekali enggan untuk menanyakan kabar perihal Cinta. Masih tergambar jelas dalam ingatanku kala Ariel memeluk Cinta dengan mesranya di sekitar lokasi pantai saat acara pelepasan masa-masa kuliah setahun yang lalu. Semua mata tertuju pada mereka tanpa berkedip sejenak pun. Keanehan mulai tersirat dalam anganku saat kudapati seorang wanita berambut lurus sedang menggendong bayinya. Ariel pun tampak sedang melangkahkan kaki dengan serempaknya dengan seorang wanita yang kusebut tadi. Dari jauh mata siapapun yang memandang, mereka pasti mengira kalau mereka adalah sepasang suami istri.

Yah, mungkin saja Cinta telah menyakiti hati Ariel karena kejadian itu. Malam itu masih teringat jelas saat cincin pertunangan dari Farel telah melingkar di jari manis Cinta. Karena terlalu berat bagi Ariel untuk menerima dengan lapang dada perihal moment menegangkan malam itu. Saat itu aku bisa merasakan apa yang sedang menimpa Cinta dan Ariel. Biarpun Cinta kelak akan mewarisi seluruh harta dari keluarga besar bokapnya Farel, namun itu semua tiadalah berarti bagi Cinta. Kekayaan dan kepuasan duniawi tak ubahnya seperti kesenangan maya. Semua itu bagi Cinta tak ada gunanya sama sekali. Aku kerapkali melihat gurat-gurat kepedihan yang kentara semenjak Ariel telah pergi dari bingkai kehidupannya. Setiap menit, setiap detik bagi Cinta menjadi kelabu sehingga semua yang diberikan Farel tiadalah berarti bagi kehidupannya. Selama hidup berdampingan dengan Farel, Cinta hanya memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri yang tunduk pada suaminya. Itulah sosok Cinta yang kukenal selama ini. Biarpun terkadang anak itu menjengkelkan tapi sometimes juga menyenangkan.

*****

Braaaakkkk…..!!!!!!

Terdengar bunyi keras dari samping kamarku yang kerap nian sunyi.

“Who is there ?Are you crazy?”Sahutku sembari menahan amarah.

“It’s me . Your new neighbour from another country .Would you mind If I come

to your home now...Hmmmm…maybe you want to know more about me”.

“Will you?”jawabnya sembari tersenyum kecil.

Baru kali pertama aku bertemu dengan orang seaneh dan sekonyol itu. Tetangga baruku yang tidak lama lagi juga sekampus denganku. Kerap tingkahnya yang aneh entah itu di kampus atau di rumahnya membuat mulutku smakin enggan untuk bersahabat dengan Julian.

Pagi ini terasa amat cerah buatku yang slalu punya sejuta harapan yang ingin kuwujudkan.Tapi, semua asa itu hancur seketika manakala kudapati sosok Julian yang terlihat kaku dan tak kuasa lagi diri ini menahan derai air mata setelah dia menceritakan semuanya kepadaku.

*****

Hari itu senja yang dulunya merah merekah menyambut langkahku dengan riangnya. Kini, tak nampak lagi. Senja yang kurindukan telah tergantikan oleh awan hitam pekat, pekat lengkap dengan lirihnya deru angin dan kudapati nyiur melambai seolah ingin ku turut dalam senandungnya.

Cleo yang selalu menanti siapakah gerangan yang telah membisikkan lantunan-lantunan puitis dari seseorang yang selama ini tak dikenalnya. Tiba-tiba Julian hadir dengan sejuta peluh yang hendak ia ungkapkan kepadaku. Julian adalah sosok yang tak kukenal itu.

“Apa yang telah terjadi padaku?Kenapa begitu sulit keluar sepatah katapun darimulutku saat Julian menghampiriku?”pikir Cleo dalam benaknya.

Apa yang telah membuatku terdiam selama ini? Mungkin karena ku belum temukan seseorang yang kucari. Entah mengapa malam itu di depan beranda rumah, ku ingin menghampiri Julian yang tengah merenungi nasibnya sembari menemaninya walau kupikir hanya untuk sekejap saja.

“Cleo….come here!”Ajaknya.

What’re you doing Julia ?Tell me,please! Pintaku.

Come on Cleo. Come here. I will tell you about me so much.”sahutnya

Perbincangan malam itu terputus oleh waktu karena malam ternyata sudah begitu larut.

*****

“Kriiiinggg….Kriiiinggg..!!!”

Oh My God, it’s late. Mr.Johnson must be angry.”

Semalaman aku tidak bisa memejamkan mata layaknya hari-hari biasanya. Mr. Johnson memang sungguh keterlaluan. Beliau memberi assignment yang terlalu berat hingga aku harus memberikan tampilan se-perfect mungkin. Banyak di antara kami yang mengeluh karena Mr. Johnson terlalu ambil pusing kalau bicara masalah nilai. Sudah banyak mahasiswa lain yang harus mengulang mata kuliah Beliau dan mudah-mudahan itu semua tidak terjadi padaku. Apa yang harus kukatakan ke Bunda kalau seandainya Mr. Johnson menyatakan aku harus mengulang tahun depan lagi.”Oh…No, I can’t.”

Karena tergesa-gesa kumelangkahkan kaki, tanpa sengaja ku bertabrakan dengan

seorang cowok yang wajahnya tak asing lagi bagiku.Tak perlu disangsikan lagi, Julian

bakal menjadi troublemaker baru di kampus ini.

Buku-buku yang kami pegang saling berjatuhan. Tak ada satupun yang tidak tergeletak di lantai. Aku mengambil langkah seribu sebelum Julian memperlihatkan kemarahannya, maka segera kuambil buku-buku yang berserakan itu.

Tak lama kemudian, Mr. Johnson menanyakan assignment yang harus dikumpulkan minggu ini. Raut muka Mr. Johnson yang semula nampak berseri, selang berapa detik berubah dengan cepatntya. Mukanya sekarang berubah menjadi masam setelah didapati olehnya selembar puisi yang bukan milikku. Aku masih teringat kala itu Mr. Johnson membacakannya di depan semuanya dengan amat jelas.

PINK ROSE,MY CHAMPION

Pink, My Rose

The one in my heart

Pink, My Rose

The sweetest love that I have

Pink, My Rose

The one in my dream

Pink, My Rose

The truly love that I found

Pink Rose

You are my champion

June.27.1998

Love from

(Julian)

Tidak ada seorangpun yang percaya termasuk Mr.Johnson kalau aku tidak sedang menjalin kasih dengan Julian. Semua hanya kebetulan saja, buku Julian tertukar dengan punyaku saat kami bertabrakan tadi pagi. Tak kuasa lagi ku mendengar gosip yang makin hari bukan makin reda, tapi justru sebaliknya. Gosip terheboh kali ini sudah tersebar di setiap sudut kampus.

Memang peristiwa yang aneh tapi kerap ku tersenyum manakala teringat peristiwa itu. Dari apa yang menimpaku, telah mendorong diriku untuk mengenal Julian lebih dalam. Sosok pria yang menyimpan rapat sisi kehidupannya yang sebenarnya kelam sungguh.

Sore itu, Julian mengetuk pintu rumahku dengan begitu sopan.

“Cleo…Bolehkah aku masuk?sebentar saja!”Pintanya pelan.

“Ya,Silakan.”Jawabku singkat.

Waktu yang kuhabiskan untuk mendengar keluh kesah Julian sore itu terbentur oleh suara adzan. Julian sepertinya benar-benar membutuhkan teman sharing yang selama ini tak ia dapati. Barangkali aku menjadi pilihan terakhir baginya untuk mendengar ceritanya.

Biarpun begitu, dengan senang hati aku menjadi pendengar setianya. Tak akan nampak sosok Julian dari kesehariannya kalau ternyata sampai detik ini pun begitu berat cobaan yang tengah menimpa dirinya. Pekat, amat sangat pekat. Selama ini Julian berusaha menenggelamkan kisah.masa lalunya yang pahit. Fatamorgana kehidupan membuatnya tegar dan berani menghadapi hidup. Namun, jauh dari lubuk hatiku yang terdalam, aku tak akan sanggup menerima kenyataan yang menimpa Julian.

Dia mengungkapkan semua kisah hidupnya secara panjang lebar tanpa koma sedikitpun kepadaku. Latar belakang kehidupan keluarganya berlawanan denganku. Sejak kecil Julian dibesarkan dari keluarga yang berada. Namun, manakala ia menemukan cinta sejatinya telah pergi, Kasih…kini telah pergi.Julian bertemu dengan Kasih saat ia melakukan travelling ke Pulau Dewata, Bali. Bagi Julian, Kasih adalah wanita pertama yang bisa membuat Julian mengerti arti hidup yang sesungguhnya. Kisah cinta yang sempat terukir antara Kasih dan Julian tak berlangsung lama karena tidak semua kenyataan berjalan seperti apa yang kita inginkan. Rencana pertunangan Kasih dan Julian gagal karena sebuah kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Kasih dan meninggalkan Julian untuk selamanya. Masa depan yang telah mereka rajut sekian lamanya menjadi hancur seketika karena sebuah kematian. Takdir saat itu memang berkata lain. Manakala Tuhan ingin mengambil apa yang sudah menjadi milik-Nya, maka tangan siapapun tak kuasa menolaknya. Saat itulah manusia terlihat ketidakberdayaannya.

Kematian tragis, 27 Juni, sembilan tahun silam mempengaruhi jiwa dan psikologis Julian. Belum lama Kasih telah meninggalakan Julian, orang yang selama ini mengenal, mengasuh dan paling dekat dengan Julian menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya.

Untuk kedua kalinya, Julian kehilangan orang-orang yang paling ia sayangi. Ketidakadilan ini membuatnya keliru memandang Tuhan. Julian merasa Tuhan telah meninggalkannya sendiri dalam mengarungi hidup ini. Padahal segala sesuatu yang Allah berikan kepada kita, itulah bentuk kasih sayang-Nya yang harus senantiasa disyukuri dan diambil hikmahnya.

Kemarahan Julian smakin memuncak manakala ia mendengar ayah tercintanya memutuskan untuk menikah lagi. Setitik kepedihan itu menetes dan smakin membuat hatinya tersayat. Julian amat terluka parah saat itu hingga Julian berkata pada dirinya sendiri, biarkan sekarang ini ia pergi menyendiri karena ia tak sanggup lagi menerima semua kepahitan hidup dan sampai sekarang ini ia masih membenci ayahnya. Benci dan smakin benci.

Julian masih berharap pernikahan itu tidak terjadi. Tapi, pernikahan itu tetap berlangsung. Semua kenangan yang ia dapat dari ibunya membuat langkahnya untuk meninggalkan rumah smakin pasti. Padahal ia masih menginginkan tinggal lebih lama lagi di rumah masa kecilnya itu. Semua yang terjadi di masa lalu telah mengukirkan berjuta keping kenangan indah baginya. Dan kenangan itu sirna karena pernikahan itu. Julian tidak bisa menerima kenyataan pahit itu. Hingga akad nikah usai, Julian pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan terlebih dahulu dengan ayahnya. Waktu itu, ia merasakan kepedihan yang amat sangat pedih. Air mata yang sejujurnya belum mengering, kini keluar lagi dan membasahi pipinya.

Kasih, Bunda dan Ayah kini telah tiada. Semenjak pernikahan itu, bagi Julian, ayahnya telah tiada. Komunikasipun menjadi terputus begitu saja. Tajamnya pisau yang menusuk lebih tajam lagi sakit yang digoreskan oleh ayahnya. Apa yang diperjuangkan ayahnya bertahun-tahun silam bagi Julian semua itu tidak ada artinya. Mulai detik itu, Julian bersikukuh menganggapnya telah tiada untuk selamanya. Julian yakin suatu saat ia akan menemukan seseorang yang benar-benar mau dan bersedia memahami dirinya dengan apa adanya. Namun,ia tak tau sampai kapan semua penderitaan yang ia alami akan berakhir.

Sayup-sayup suara adzan mengingatkan Julian yang selama ini telah lama jauh meninggalkan Tuhan, kini dia mengulurkan tangannya kepadaku bersama-sama pergi ke rumah Allah sekarang juga. Karena ia tak mau terlambat untuk mendapatkan rahmat Allah. Aku dan Julian hanya bisa berdoa smoga rahmat itu sgera datang dan memberi kehidupan yang baru yang lebih bersahabat dengannya saat ini.

Adakah rahmat itu???

Aku dan Julian meyakininya.

*****

Segarnya udara pagi dengan disambut embun putih yang berderetan di atas dedaunan hijau menandakan semalam hujan gerimis. Saat kuterbangun dari mimpiku semalam, kutemukan sebuah amplop surat berwarna biru yang terselip di lantai pintu depan rumahku. Tak kuduga di dalam amplop biru itu tersimpan selembar kertas yang tergoreskan tinta dan menyampaikan padaku…

Ya Allah Ya Rabb….

Aku minta izin bila suatu saat aku jatuh cinta

Jangan biarkan cinta-Mu berkurang

Hingga membuatku lalai akan adanya Engkau

Ya Allah Ya Rabb….

Aku punya pinta bila suatu saat aku jatuh cinta

Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas

Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Ya Allah Ya Rabb….

Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta

Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu

Dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Ya Allah Ya Rabb….

Bila suatu saat aku jatuh cinta

Pertemukanlah kami

Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Ya Allah Ya Rabb….

Pintaku yang terakhir adalah seandainya aku jatuh cinta

Jangan pernah Engkau palingkan wajahmu dariku

Anugerahkanlah aku cinta-Mu

Cinta yang tak kan pupus oleh waktu

Selain bait-bait puisi di atas, Julian tidak lupa memberikan setangkai bunga mawar merah yang masih segar dan sebuah lukisan bergambar ibunya yang selama ini disimpannya. Dia berpesan agar aku menjaga baik-baik lukisan itu. Karena lukisan itu telah memancarkan smangat dan membuat Julian bisa bertahan hidup hingga sekarang.

Sebelum kepergiannya ke Amerika untuk melanjutkan studi S2-nya, Julian telah meninggalkan berjuta kenangan singkat namun sangat bermakna dalam hidupku.

Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Julian dalam bersahabat dengan kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yang istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yang dihadapi, pasti ada jalan keluarnya karena tiap-tiap kesulitan akan ada kemudahan dan Allah tidak akan menimpakan kesulitan di luar kemampuan umat-Nya.

Julian…

Aku akan menunggu uluran tanganmu kembali lagi di sisiku

Karena ku yakin tak lama lagi kita akan bertemu

Dan saat itu adalah yang terindah bagi kita berdua.

Monday.o3.Dec.2007.